BAYU NOER SETO

Work Hard, Dream High, Keep Smile and Fighting

Kepedulian Sosial

diposting oleh bayu-noer-fib13 pada 30 May 2014
di Etika dan Kepribadian - 0 komentar

A. Kepedulian Sosial


1. Pengertian kepedulian sosial
Kata peduli berarti memerhatikan atau menghiraukan sesuatu. Kepedulian berarti sikap memerhatikan sesuatu. Dengan demikian kepedulian sosial berarti sikap memerhatikan atau menghiraukan urusan orang lain (sesama anggota masyarakat).Kepedulian sosial yang di maksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.

2. Perlunya Memiliki Kepedulian Sosial
Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang senantiasa mengadakan hubungan dengan sesamanya.Kerjasama dengan orang lain dapat terbina dengan baik apabila masing-masing pihak memiliki kepedulian sosial.Oleh karena itu sikap ini sangat di anjurkan dalam islam. Kebalikan dari sikap peduli sosial ialah egois.

3. Dampak Positif memiliki kepedulian sosial

Terwujudnya sikap hidup gotong royong
Terjalinya hubungan batin yang akrab
Menumbuhkan kerukunan dan kebersamaan
Terjadinya pemerataan kesejahteraan
Menghilangkan jurang pemisah antara si miskin dan sikaya
Terwujudnya persatuan dan kesatuan
Menciptakan kondisi masyarakat yang kuat dan harmonis
Menghilangkan rasa dengki dan dendam

beberapa hal yang bisa kita pelajari untuk menanamkan rasa peduli dan empati terhadap sesama . diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengenali perasaan sendiri

Berusaha untuk memahai pada diri sendiri dan menghayati berbagai perasaan yang berkembang pada diri sendiri seperti sedih , gembira , kecewan , dan terharu . Mengenali perasaan sendiri merupakan bagian dari tuntutan kecerdasan emosi. Orang yang mengenali perasaan diri, biasanya mampu mengendalikan emosinya, sehingga ia tidak melakukan tindakan gegabah saat mendapati kenyataan di luar dirinya yang berbeda dengan keinginannya.

  • Menyediakan waktu sendiri untuk merenung dan memikirkan apa yang sudah terjadi

Hal ini termasuk proses pengenalan dan pengendalian emosi. Karena biasanya orang sulit mempunyai gambaran jernih terhadap suatu persoalan dalam kondisi emosi yang bermacam-macam. Pasangan suami isteri umumnya merasa lebih empati satu sama lain ketika mereka sendirian dan memikirkan pasangan mereka. Rasa bersalah biasanya muncul saat mengemudikan mobil seorang diri ke tempat kerja, di masjid saat tafakkur, menjelang tidur, saat shalat malam dan sebagainya. Dalam waktu-waktu tersebut, seseorang mempunyai waktu untuk memikirkan kembali berbagai masalah yang ia alami. Selanjutnya, memulai yang lebih baik dengan memperbaiki terlebih dulu dirinya, sebelum menuntut orang lain berlaku baik kepadanya.

  • Masalah dari sudut pandang orang lain

Empati adalah ketika kita dapat merasakan, apa yang orang lain rasakan dan juga dapat melihat masalah dari sudut pandang mereka. Masukilah dunia mereka dan cobalah memandang masalah dari sisi tersebut. Dengan demikian, pihak lain tidak saja hanya merasa dimengerti tapi ia merasa lebih disukai

  • Berusaha untuk menjadi pendengar yang baik

Kita lebih mudah merasa empati, memahami perasaan orang lain dan menempatkan diri dalam keadaan orang lain, kalau kita dapat mendengar apa yang dialami orang tersebut. Tidak hanya kemampuan mendengarkan secara seksama, tapi juga membaca isyarat-isyarat non verbal. Sebab, seringkali bahasa tubuh dan tekanan suara lebih efektif menggambarkan perasaan ketimbang kata-kata. Orang tua misalnya, harus mampu meningkatkan kemampuan "mendengarkan" suara hati anak-anaknya. Anak-anak pun harus belajar "mendengarkan" lingkungannya, agar ia bisa terampil dalam kehidupan sosial. Anjuran mendengarkan berarti mengajak kita membuka pintu komunikasi dengan berbagai obyek. Informasi yang diterima dari banyaknya komunikasi itulah yang akan menjadikan kita bisa memahami dan mengerti.

  • Menghayati berbagai fenomena yang dialami .

saat kita melihat seorang tunanetra di tengah keramaian, nyatakan dalam hati betapa sulitnya orang itu memenuhi kebutuhannya. Langkah ini biasanya berlanjut dengan kesanggupan menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Ketika mendapati anak-anak yang mengamen di jalanan hingga larut malam, misalnya. Katakanlah pada diri sendiri, bagaimana jika mereka itu adalah anak-anak kita. Jika menyaksikan himpitan rumah gubuk di pinggiran rel kereta, bayangkanlah bila keadaan itu dialami oleh keluarga kita. Dan seterusnya.

            Ada pula berbagai macam hal yang bisa dikemukakan sebagai penghambat bagi seseorang untuk menghayati kepedulian kepada sesamanya . diantaranya adalah sebagai berikut .

  • Egoisme

Egoisme merupakan doktrin bahwa semua tindakan seseorang terarah atau harus terarah kepada diri sendiri . Egoisme terbagi menjadi dua , yaitu egoisme etis dimana pandangan bahwa setiap pribadi hendaknya bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kepentingannya sendiri . kesejahteraan tertinggi dalam hidup adalah memperoleh sebanyak – banykanya kepuasan sendiri , dan egoisme psikologis dimana itu mengacu pada pendapat bahwa semua individu , kenyataannya sungguh – sungguh mencari kepentingannya sendiri pada setiap waktu . semua tindakan manusia , sadar atau tidak , digerakkan oleh hasrat akan kesejahteraan dan kepuasaan diri sendiri . egoisme merupakan lawan dari sikap ekstrim , altruisme , yaitu sikap manusia yang selalu membuka dirinya kepada sesama , bahkan memberikan dirinya untuk mengangkat harkat martabat kemanusiaan sesamanya .

  • Materialistis

Mterialistis merupakan sikap perilaku manusia yang sangat mengutamakan materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidupnya . kaum materialistis biasanya selalu berupaya untuk mengumpulkan materi sebanyak mungkin buat diri dan keluarganya sendiri. Dengan pola pikir seperti , mereka cenderung akan menghalalkan segala cara agar keinginannya untuk memiliki materi dapat terwujud . Hal ini mendorong terjadinya korupsi , kolusi , dan nepotisme yang sering terjadi dilingkungan birokrasi .

Membangun dan mengembangkan sikap peduli terhadap sesama , secara potensial dimiliki manusia pada umumnya . Ada suatu kecenderungan secara alami , yang membuat manusia memiliki kesetaraan terhadap sesama . Namun kepedulian yang benar – benar terealisasikan demi kemajuan bersama harus dibangun dan dikembangkan melalui proses panjang dan terus menerus . Kecenderungan alamiah yang dimiliki perlu diarahkan dan dibudayakan . Dengan demikian sikap peduli ini berkembang sejalan dengan pertumbuhan seseorang menjadi semakin dewasa . Supaya hal ini dapat berkembang dan terpelihara dengan baik dalam kehidupan bersama , maka perlu adanya gerakan bersama membangun suasana hidup yang semakin manusiawi , dengan membangun keutamaan dan kebajikan diri sendiri . 

  • Membangun suasana kehidupan yang humanis

Suasana kehidupan dalam suatu kelompok masyarakat perlu dijaga bersama agar setiap warganya menunjukkan sikap perilaku saling peduli , sehingga dapat terwujud kehidupan yang nyaman , damai , tertib , dan teratur . Dalam lingkungan masyrakat yang seperti ini selalu terlihat semangat yang gotong royong atau kerjasama dalam banyak bidang . Kelompok – kelompok yang memiliki status ekonomi yang kuat membantu kelompok yang lemah , yang berlebihan membantu yang kekurangan dan seterusnya seperti itu . Tindakan saling membantu seperti ini menjadi salah satu faktor pembangkit kesadaran untuk menaruh kepedulian sosial terhadap sesama . Bentuk kegiatan seperti ini sangat diharapkan dan mendesak untuk dapat dilakukan . Namun , bentuk kepedulian yang terarah untuk memberdayakan masyarakat lemah atau kecil , perlu juga digiatkan . Mereka diberdayakan , yang pada akhirnya mampu berdiri sendiri sehingga untuk dapat membantu yang lain yang lebih membutuhkan .

  •  Mengembangkan keutamaan dan kebajikan

Dalam upaya mendorong berkembangnya kepedulian sosial di masyarakat , manusia perlu mengembangkan keutamaan dan kebajikan dalam diri masing – masing . secara sederhan keutamaan dapat diaartikan sebagai kesanggupan dan kemudahan serta kecondongan untuk melaksanakan tindakan tertentu yang pantas bagi kemanusiaan . keutamaan dapat dicapai dengan latihan yang penuh pengabdian dan konsisten . keutamaan adalah kualitas kerohanian manusia yang tahan lama . Namun dengan tindakan tidak peduli dan acuh , keutamaan dapat berkurang atau hilang sama sekali .  Dilihat dari bentuknya , keutamaan dapat terbagi menjadi dua macam , yaitu :

  • Keutamaan Intelek , yang mendorong manusia berkenan dengan pengetahuan tentang kebenaran . beerhubung dengan keutamaan kebenaran teoristis , keutamaan adalah wawasan , kebijaksanaan , dan ilmu .
  • Keutamaan moral , yang terwujud pada kesedian tetap dari kehendak untuk menjalankan apa yang diperlihatkan intelek sebagai sesuatu yang benar atau salah . Keutamaan moral menjadikan dan memberikan petunjuk untuk menjadi manusia yang baik . Subyek langsung keutamaan moral adalah kehendak . Dalam konteks moral , keutamaan berarti kebajikan . Tanpa kebajikan tidak akan ada kegembiraan manusiawi sejati . Thomas Hobbes , percaya bahwa keutamaan moral berakar pada hasrat akan perdamaian . Hobbes menganggap keadilan , ucapan syukur , kesamaan dan kerahiman merupakan hal – hal mendasar pada keutamaan . sedangkan keutamaan berkaitan dengan kewajiban , yang sudah tertanam kuat pada watak manusia .

Keutamaan berurusan dengan kelayakan manusia untuk bahagia . dengan demikan , manusia yang memiliki keutamaan akan terlihat dalam perilaku dan tindakan sehari – harinya , yang selalu menampilkan keramahan , loyalitas , dan kehormatan . Tindakan – tindakan baik yang kelihatan dari luarnya merupakan ekspresi dari keutamaan yang melekat pada batinnya . Bagi orang – orang yang punya keutamaan , yang baik bukan lagi hanya perbuatn – perbuatan bagi mereka , melainkan itu semua sudah melekat pada diri mereka sendiri layaknya sebuah kepribadian yang tidak bisa dipisahkan dan itulah yang memungkinkan mereka untuk dapat melakukan tindakan baik terhadap sesama.

 

-TANGGAPAN

sangat menarik tema kali ini. mudah dicerna dan dipahami. sehingga pembaca dapat memahami betul mengenai kepedulian sosial.

-IMPLEMENTASI UNTUK DIRI SENDIRI

dengan memahami materi ini, saya dapat mengerti tentang arti kepedulian sosisal sebenarnya. bilamana sebelumnya saya hanya sekedar tahu kalau kepedulian sosial yakni menolong sesama. dengan begini saya lebih mengerti bila menolong disini bukan hanya memberi bantuan atau donasi berupa materi, tetapi bisa juga dengan memberikan life-skill yang mana memiliki dampak lebih baik ketimbang memberi donasi atau bantuan materi.

-IMPLEMENTASI UNTUK MASYARAKAT

dengan begitu saya bisa memberi bantuan berupa pengajaran life-skill sehingga masyarakat yang saya bantu bukan hanya menerima bantuan materi melainkan cara atau skill, jadi mereka bisa menghidupi diri mereka sendiri pada akhirnya dan tidak selalu menggantungkan diri pada orang lain. tetapi sebelum membantu orang lain, pastikan kita sudah membantu diri kita sendiri terlebih dahulu. karena bagaimana kita bisa membantu orang lain, kalau membantu diri sendiri saja tidak mampu.

"maaf sebelumnya karena terlambat memposting, dikarenakan masalah internal dan jaringan internet saya. walaupun memang tidak ada alasan yang bisa diterima karena saya sudah diberi tenggang waktu pengerjaan sebelum deadline, tetapi setidaknya saya sudah berusaha untuk memenuhi tugas ini. terima kasih" 

SOURCES :

http://karakter0809.weebly.com/definisi-kepedulian-sosial.html

http://iimazizah.wordpress.com/2012/12/18/kepedulian-sosial/

http://pembelpai.blogspot.com/2011/01/bab-iii-kepedulian-sosial.html

http://fairuz-indah-fib13.web.unair.ac.id/artikel_detail-103710-ETIKA%20KEPRIBADIAN-KEPEDULIAN%20SOSIAL.html

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :