BAYU NOER SETO

Work Hard, Dream High, Keep Smile and Fighting

Teori Kepribadian Raymond Cattel

diposting oleh bayu-noer-fib13 pada 14 May 2014
di Etika dan Kepribadian - 0 komentar

1. ISI

Cattell memberi definisi yang sangat umum mengenai kepribadian yaitu :

‘‘Personality is that which permits a prediction of what a person will do in a given situation’’

Berdasarkan definisi tersebut,Cattell berpendapat bahwa tujuan dari pada penelitian mengenai kepribadian adalah menentukan hukum-hukum mengenai apa yang akan dilakukan oleh berbagai orang dalam berbagai situasi dalam lingkungan,yaitu mengenai segala aktifitas individu baik yang nampak maupun tidak. Kepribadian yang dimaksud Cattell fokus dengan seluruh bentuk perilaku, baik luar dan dalam. Cattell bertujuan untuk memprediksikan perilaku dengan subjek penelitiannya yaitu orang-orang normal yang di pelajari kepribadiannya,karena menurutnya bahwa tidak bijak jika ingin mengubah perilaku seseorang tetapi tidak mengetahui dan memahami secara terperinci apa yang harus diubah.

POKOK-POKOK TEORI CATTELL 

Terdapat beberapa pokok-pokok teori Cattell untuk lebih memahami pendapatnya yaitu :

  1. Trait

Menurut Cattell yaitu suatu struktur mental untuk menunjukkan keajegan dan ketetapan dalam tingkah laku itu atau sebuah kecenderungan reaksi yang relativ permanen yang merupakan bagian dari kepribadian. Ada beberapa penjabaran mengenai trait yaitu :

A.    Common trait dan Unique trait

-Common trait  (sifat umum) adalah sifat yang dimiliki oleh semua individu atau setidaknya oleh sekelompok individu yang hidup dalam lingkungan sosial yang sama.

-Unique trait (sifat khusus).Adalah sifat yang hanya dimiliki oleh individu masing-masing dan tidak dapat ditemukan pada individu lain. Dibagi menjadi 2,yaitu :

  • Relatively unique,kekhususannya timbul dari pengaturan unsur-unsur sifat itu.
  • Intrinsically unique,yang benar-benar hanya ada pada individu khusus tertentu.

B.     Surface trait dan Source trait

Surface trait adalah sifat yang nampak atau sifat permukaan,dan Source trait adalah variabel yang mendasari berbagai sifat yang nampak. Sifat permukaan merupakan hasil interaksi dari pada sifat asal.Menurut Cattell, bagi orang lain,sifat permukaan itu lebih diakui dari pada sifat asal,karena dapat langsung disaksikan melalui observasi sederhana,tetapi tetap saja sifat asallah yang lebih menentukan perilaku.

2. Erg.

Erg berasal dari bahasa Yunani yaitu ergon yang berarti kerja atau energi yang digunakan Cattell untuk menempatkan konsep dorongan atau insting. Erg merupakan unit dasar dari  motivasi dan diarahkan menuju tujuan yang spesifik. Erg lebih mengarah ke sesuatu yang lebih dasar ( primer) atau dibawa sejak lahir.

3. Metaerg.

Metaerg dapat dikatakan bersesuaian dengan erg, akan tetapi metaerg merupakan hasil dari pengalaman atau sosiokultural. Jika erg dibawa sejak lahir, maka metaerg terbentuk melalui perkembangan individu seperti sentiment.

4. Self.

Dalam teori Cattell kepribadian merupakan suatu hal yang bersifat dinamis, yaitu mengenai struktur sifat-sifat dan interaksinya. Self merupakan aspek yang mengorganisasikan struktur tersebut serta menjamin stabilitasnya.Self berfungsi untuk mengintegritaskan segala komponen kepribadian, sehingga kepribadian merupakan suatu ‘’unitas’’. Hal yang mengatur ini disebut oleh Cattell sebagai self sentiment atau structural self.

Di dalam self dibagi 2 lagi yaitu ideal self ( diri yang diinginkan oleh seseorang),dan real self (ciri yang seharusnya menurut pertimbangan rasional). Real self pada masa kanak-kanak merupakan refleksi dari ideal self. Jika perkembangan cukup baik, ideal self dan real self akan menjelma menjadi structural self, dan inilah individu yang dikenal berpendirian dan juga bertingkah laku yang realistis.

5. Specification Equation.

Yaitu tingkah laku individu yang dapat diramalkan yang harus memenuhi keadaan yang ideal di mana si ahli psikologi mengenal segala variabel relevant yang mempengaruhi tingkah laku serta mempunyai alat pengukur yang benar-benar tepat untuk mengukur variabel tersebut. Tiap orang telah mengetahui bahwa tingkah laku itu merupakan hasil faktor yang berasal dari dalam (dorongan,kebutuhan dsb) dan pengaruh luar (lingkungan,situasi,dsb) namun orang-orang tidak tahu bagaimana menentukan faktor tersebut dan bagaimana mengukurnya,dan penelitian Cattell dapat menjelaskan tentang hal ini.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

Perkembangan kepribadian menurut Cattell yaitu proses belajar yang merupakan kejadian-kejadian sebagai penjelmaan dari pada pola tingkah laku yang didorong oleh erg. Jika ada pola penyesuaian (faktor endogen) bertemu dengan keadaan yang berpengaruh terhadap pola penyesuaian tersebut (faktor eksogen) maka akan menimbulkan hasil dalam kepribadian yang berwujud perubahan atau  perkembangan,dan hal inilah yang dilalui oleh individu dalam jalan perkembangannya yang disebut dynamic cross road.

 

dyamic cross yang dilalui oleh individu adalah sebagai berikut: 

  1. Dynamic cross road yang pertama atau masa Infancy (0-6 th)

Terjadi apabila individu berusaha untuk mendapatkan pemuasan bagi sesuatu erg tertentu. Masa ini di dominasi oleh pengaruh orang tua dan saudara.Akibatnya terjadi 4 kemungkinan,yaitu :

  • Individu mungkin mendapat pemuasan berkat adanya pola tingkah laku yang dibawa sejak lahir.
  • Individu mungkin gagal dalam mendapatkan pemuasan karena kurang efektifnya pola-pola response perceptual dan motoris yang dibawas sejak lahir untuk menghadapi faktor lingkungan yang dibawa pada waktu itu.
  • Pola berdasar erg itu mungkin dimodifikasikan atau disisihkan dengan mengaktifkan  erg lain yang tadinya subsider terhadap erg yang disisihkan itu.
  • Individu mungkin gagal dalam mencapai tujuan karena adanya halangan walaupun arah ke tujuan itu cukup jelas.

2. Dynamic Crossroad yang ke dua atau Cildhood (6-14 th).

Pada masa ini individu sudah mulai mandiri dari orang tua.Tahap ini dimulai pada keadaan terakhir sebagaimana sebelumnya yaitu ketika menghadapi rintangan, maka terdapat 4 kemungkinan  antara lain:

  • Meningkatkan aktifitas yang menuju ke pemuasan
  • Marah yang dapat mengatasi rintangan selanjutnya menuju ke pemuasan.
  • Marah yang membuktikan kegagalan dalam menghadapi rintangan.

3. Dynamic Crossroad yang ke 3 atau Adolescence (14-23 th)

Tahap ini juga dikenal sebagai tahap yang paling bermasalah,dimulai kepada individu yang bereaksi terhadap kemarahan namun tidak dapat mengatasinya,sehingga terjadi 4 kemungkinan,yaitu:

  • Putus asa atau menyerah.
  • Takut dan menarik  diri.
  • Tetap pada agresinya yang tidak efektif.
  • Lari ke dalam fantasi (pemuasan secara berkhayal)

4. Dynamic crossroad yang ke 4 atau masa Maturity (23-50 th).

Individu mulai meninggalkan erg yang bersangkutan dari bentuk lahiriah (yang dpat diamati) ke bentuk batiniah (hanya dpat disimpulkan) atau minatnya sudah sedikit berubah dan tahap ini juga ditandai dengan kepribadian yang lebih mantap. Untuk menghindari erg yang mencemaskan individu, kemungkinan terjadi 4 hal,yaitu:

  • Dia mungkin menekan erg itu, artinya dengan sukarela meniadakn dan menolak sesuai dengan impuls-impulsnya.
  • Dia mungkin menekan erg itu dengan keadaan terpaksa sehingga hal yang tidak diterima itu terpaksa dikeluarkan dari kesadaran.
  • Dia mungkin dengan sadar mensublimasikan erg itu, jadi dia berusaha dengan sadar membuat tujuan yang dapat diterima.
  • Dia mungkin tetap pada tingkah lakunya yang non-adaptive atau berbuat kejahatan atau menetapkan tujuan lain yang tak dapat diterima oleh masyarakat.

5. Dynamic crossroad yang ke 5 atau masa Late Maturity.

Individu pada tahap ini melkukan sublimasi atau tindakan yang dapat diterima atau dihargai oleh masyarakat yang beradab. Tahap ini berawal dari keadaan di mana individu melakukan penekanan,sehingga terjadi 4 kemungkinan yaitu :

  • Dia mungkin membentuk fantasi tak sadar yang kadang-kadang dapat disadari
  • Mungkin dia melakukan penekanan yang berhasil,di mana impuls tetap ditempatkan dalam ketidaksadaran.
  • Mungkin terjadi penekanan yang tidak stabil di mana impuls tidak selalu dapat ditempatkan dalam ketidaksadaran dengan akibat tertentu terhadap tingkah laku individu.
  • Mungkin terjadi sublimasi yang disengaja ataupun tidak.

 

6. Dynamic crossroad yang ke 6 atau Old age

Bermula pada keadaan yang tak stabil. Jadi disini, penekanan itu tidak dapat sepenuhnya berhasil, sehingga perlu untuk melakukan usaha tambahan untuk mempertahankan supaya impulsnya tetap dalam ketidaksadaran, akan tetapi individu pada tahap ini melakukan penyesuaian terhadap beberapa hal dengan melakukan reaksi mekanisme pertahanan,sehingga terbentuklah jalan-jalan sebagai berikut: Fantasi, pembentukan reaksi, proyeksi, rasionalisasi, penekanan lebih lanjut, pembatasan ego, regresi, pengalihan dengan pembentukan symptom, dan berbagai macam bentuk mekanisme pertahanan lainnya.

2. PENDAPAT

kurang dapat dimengerti karena penggunaan bahasa atau istilah asing.

3. IMPLEMENTASI PADA DIRI SENDIRI

saya akan memahami lagi maksud analisis faktor dari Cattel, sehingga saya bisa menerapkan pada diri saya sendiri.

4. IMPLEMENTASI PADA MASYARAKAT

ada beberapa lembaga yang berpengaruh terhadap kepribadian seperti keluarga, teman, pekerjaan, agama, dll.Namun faktor keluarga yang terpenting.Oleh karena itu untuk memahami perkembangan kepribadian secara baik, orang harus membuat spesifikasi mengenai peranan pengaruh lembaga sosial itu terhadap kepribadian individu dalam perkembangannya. Oleh karena itu analisis faktor sangat berguna untuk membuat deskribsi baik tentang kepribadian individu maupun tentang peran kelompok-kelompok dalam masyarakat.

 

Sources :

Suryabrata Sumadi. Psikolgi Kepribadian. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993
http://11057slt.blogspot.com/2012/06/raymond-b-cattell.html
http://husna-m--fpsi08.web.unair.ac.id/artikel_detail-48409-psikologi%20kepribadian-Teori%20Kepribadian%20Trait.html
http://books.google.co.id/books?id=uvTUDwZWNgAC&pg=PA144&lpg=PA144&dq=teori+kepribadian+raymond+cattell&source=bl&ots=P80YGohE8T&sig=BUVU1FekYVm48DBiMqKwd1r0w0c&hl=id&sa=X&ei=HSdzU4KVB4aXuAS7tIC4DQ&redir_esc=y#v=onepage&q=teori%20kepribadian%20raymond%20cattell&f=false

http://psikologio-debri.blogspot.com/2012/01/cattell.html

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :